Medan – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Medan Amplas dan Kecamatan POLMAI (Polonia–Maimun) sukses menyelenggarakan Workshop Kolaborasi bertema "Merawat Psikis, Melejitkan Pikir Murid Melalui Pembelajaran Bermakna Berbasis Cinta". Kegiatan yang berlangsung di UPT SD Negeri 060925, Jalan Sisingamangaraja (SM. Raja) Km. 5, Medan, ini menjadi momentum memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, humanis, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Kepala UPT SD Negeri 060925, Syaiful Efendi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah workshop kolaborasi tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi para guru Pendidikan Agama Islam untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang lebih bermakna, menyenangkan, dan penuh kasih sayang, sehingga peserta didik dapat berkembang secara akademik maupun emosional.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kasi Pendidikan Agama Islam (PAKIS) Kementerian Agama Kota Medan, H. Ahmad Faisal Nasution, S.Ag., M.HI., Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Medan, Saiful Riza, S.E., M.M., Ketua K3S Medan Amplas, Supriyatman, S.Pd., Ketua Ketua K3S POLMAI, Saprin Efendi, M.Pd ,Pengawas PAI Medan Amplas - Maimun Asdelima Hasibuan, S.Ag., Pengawas PAI Polonia , Yusnayati, S.Ag., Ketua KKG PAI Kota Medan, Muhammad Azwar, Ketua KKG PAI POLMAI, Amin Antoni Hasibuan, S.Pd.I., Gr., serta Ketua KKG PAI Medan Amplas, Abdul Kholik, S.Ag. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam di Kota Medan.
Dalam sambutannya, Saiful Riza, S.E., M.M., mengajak seluruh guru Pendidikan Agama Islam untuk terus mengembangkan kompetensi dan tidak ragu mengambil peran yang lebih besar dalam dunia pendidikan. Ia mendorong para guru PAI agar memiliki semangat untuk menjadi kepala sekolah, terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan dan pendidikan, serta menjadi agen perubahan yang mampu membawa kemajuan bagi sekolah dan dunia pendidikan. Menurutnya, guru PAI memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin pendidikan yang berintegritas, profesional, dan inspiratif.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), serta Erwin Wasti, S.Ag., M.Pd.I., Pengurus KKG PAI Sumatera Utara, Pelatih Nasional, dan penulis. Dalam paparannya, Prof. Nurussakinah menjelaskan pentingnya pembelajaran berbasis cinta sebagai pendekatan yang mampu merawat kesehatan psikis peserta didik sekaligus melejitkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka. Sementara itu, Erwin Wasti membagikan berbagai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan guru agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Melalui workshop kolaborasi ini, KKG PAI Kecamatan Medan Amplas dan KKG PAI Kecamatan POLMAI (Polonia–Maimun) menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
0 Komentar